Nyeri Sendi

Nyeri Sendi

Nyeri sendi atau rematik adalah masalah nyeri pada persendian badan, yang disebabkan oleh peradangan. Yang dirasakan nyeri sendi bisa dibarengi dengan rasa kaku pada sendi, kemerahan, dan pembengkakan yang muncul pada pagi hari, yang bukanlah dikarenakan oleh bentrokan atau kecelakaan manjakani perapat

Hasil Penelitian Kesehatan Basic (Riskesdas) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia th. 2013 mengestimasikan kalau 11, 9% masyarakat Indonesia didiagnosis alami penyakit sendi.

Penyebab

Penyebabnya nyeri sendi bisa tidak sama, tergantung dari macamnya. Tersebut sebagian penyebabnya nyeri sendi yang seringkali didapati :

Osteoartritis

Nyeri sendi karena osteoartritis bisa dihubungkan dengan aspek resiko spesifik, seperti penambahan berat tubuh serta bertambahnya umur.

Artritis reumatoid

Nyeri sendi karena artritis reumatoid seringkali muncul pada wanita, serta dihubungkan dengan sistem peradangan autoimun –yaitu system ketahanan badan yang menyerang persendian karna dipandang jadi benda asing tidak di kenal.

Artritis gout

Nyeri sendi karena artritis gout dikaitkan dengan penambahan kandungan asam urat didalam badan.

Diagnosis

Diagnosis nyeri sendi ditetapkan oleh dokter berdasar pada hasil wawancara medis serta kontrol fisis. Kontrol penunjang dapat juga dikerjakan, tergantung dari arah diagnosis.

Pada masalah artritis gout, kontrol penunjang yang bisa dikerjakan adalah kontrol kandungan asam urat dalam darah, dan kontrol mikroskopis dari cairan sendi untuk lihat ada endapan kristal asam urat.

Pada masalah osteoartritis, kontrol penunjang yang bisa dikerjakan adalah kontrol cahaya X atau photo rontgen dari sendi yang alami nyeri

Pada masalah artritis reumatoid, kontrol penunjang yang bisa dikerjakan adalah kontrol rheumatoid factor (RF), anti-nuclear antibody (ANA), serta c-reactive protein (CRP).

Tanda

Terkecuali yang dirasakan nyeri pada persendian yang keduanya sama dihadapi oleh pasien rematik, karakter dari nyeri sendi serta yang dirasakan beda yang muncul bisa tidak sama, tergantung dari type penyakit yang memicu.

Pada osteoartritis, nyeri sendi yang berlangsung biasanya seperti berikut :

Nyeri sendi muncul dengan kesibukan (nyeri mekanik).

Nyeri dibarengi dengan kemerahan serta pembengkakan pada persendian.

Nyeri dihubungkan dengan penambahan berat tubuh serta menambahnya umur.

Seringkali berlangsung pada sendi-sendi besar, seperti lutut atau panggul.

Biasanya berlangsung pada satu bagian saja (kiri atau kanan).

Pada artritis reumatoid, nyeri sendi yang berlangsung biasanya seperti berikut :

Nyeri sendi muncul pada pagi hari.

Nyeri sendi dibarengi dengan rasa kaku pada sendi.

Seringkali berlangsung pada sendi-sendi kecil, seperti jari tangan.

Biasanya berlangsung simetris pada ke-2 bagian sisi badan yang terserang.

Seringkali diketemukan pada wanita.

Pada artritis gout, nyeri sendi yang berlangsung biasanya seperti berikut :

Nyeri sendi seringkali diketemukan pada ibu jari kaki.

Nyeri bisa dibarengi tonjolan pada sendi (tofus).

Nyeri sendi dihubungkan dengan kandungan asam urat yang tinggi.

Penyembuhan

Pada umumnya, nyeri sendi bisa diobati dengan obat-obatan antinyeri. Apabila nyeri sendi tidak hilang dengan obat antinyeri, pasien dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter. Maksudnya adalah untuk ketahui penyebabnya yang memicu dan penyembuhan yang sesuai sama.

Pada nyeri sendi karena osteoartritis, dokter umumnya juga akan memberi obat-obatan yang bisa kurangi sistem peradangan. Aksi ini dapat juga dipadukan dengan kiat penurunan berat tubuh, seperti mengatur alur makan serta kesibukan fisik untuk pasien osteoartritis yang mempunyai berat tubuh berlebihan.

Pada nyeri sendi karena artritis reumatoid, dokter juga akan memberi obat anti-reumatoid, serta sebagian kelompok obat untuk kurangi sistem peradangan.

Pada nyeri sendi karena artritis gout, ada banyak kelompok obat yang dipakai seperti obat untuk kurangi sistem peradangan, atau obat untuk turunkan kandungan asam urat didalam badan.

Mencegah

Mencegah pada nyeri sendi tergantung dari pemicunya, karna setiap type nyeri sendi mempunyai tehnik mencegah yang tidak sama.

Pada masalah osteoartritis, melindungi berat tubuh tetaplah stabil, dan melatih otot kuadriseps pada paha bisa menolong menghindar munculnya osteoartritis pada lutut.

Pada masalah reumatoid artritis, mengaplikasikan pola hidup sehat, menjauhi rokok, dan alkohol jadi langkah paling efisien untuk menghindar terjadinya yang dirasakan.

Sedang pada masalah artritis gout, mencegah bisa dikerjakan dengan melindungi kandungan asam urat tetaplah dalam batas normal, dengan membatasi konsumsi makanan yang memiliki kandungan purin.